Jangan Diskriminasikan Sekolah Swasta


Pemerintah wajib mempertahankan eksistensi sekolah swasta. Bukan hanya sekadar bantuan melalui guru-guru yang ditugaskan ke sekolah swasta, namun juga turut membantu pembangunan sekolah swasta di daerah masing-masing.

“Hal ini menjadi sangat penting diingatkan kembali, karena sepanjang sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia, sumbangsih sekolah swasta tidak dapat dikesampingkan,” tegas Ketua Majelis Luhur Tamansiswa Indonesia Prof Sri Edi Swasono, saat membuka Rapat Kerja Daerah ke-XXIII Taman Siswa Wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau (Subaria) di Aula Asrama Haji Tabing Padang, Jumat (20/12).

Menurutnya, di Sumbar mungkin tidak begitu menonjol, namun di daerah lain banyak ditemukan sekolah pemerintah yang secara tidak langsung memicu sekolah swasta mati suri. “Padahal, saat ini negara belum memiliki sistem pendidikan yang baik. Sekolah swasta yang menjadi pusat pendidikan. Dari sekolah swasta lahir orang-orang besar, termasuk dari Taman Siswa,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu menambahkan, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian kepada sekolah swasta secara utuh. Dari beberapa kasus, katanya, terlihat nasib sekolah swasta amat memilukan.

Ia mencontohkan, sekolah swasta Taman Siswa di Payakumbuh yang dulunya memiliki siswa 300 orang, kini tersisa tidak sampai 100 orang. Ini diakibatkan keberadaan sekolah umum dengan bangunan mewah di sampingnya, dan membuat sekolah swasta jadi mati suri.

Menanggapi ini, Pj Gubernur Sumbar Reydonnizar Moenek diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Hansastri mengatakan, pemprov telah menetapkan pendidikan sebagai penerima alokasi anggaran dengan muatan paling besar di Sumbar.
Dia mengungkapkan sebesar 21 persen APBD Sumbar 2015 dialokasikan untuk pendidikan.

“Sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak kepada masyarakat, namun itu belum terselenggara secara penuh,” ucapnya.
Menurutnya, sekolah umum butuh bantuan sekolah swasta. Oleh karena itu, pemprov berkewajiban memberi bantuan baik berupa BOS daerah atau guru-guru.

Sejauh ini, katanya, di Sumbar sekolah swasta menjalankan sistem pendidikan yang unggul. Dengan kondisi begitu, tidak jarang sekolah swasta memungut biaya yang tidak dapat dijangkau semua kalangan.

“Namun, karena sesuai dengan kualitas yang diberikan sehingga tidak menjadi persoalan. Untuk sekolah Taman Siswa dengan misi menjangkau semua kalangan, pemprov sangat siap untuk membantu,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakerda Taman Siswa Wilayah Subaria ke-XXIII, Irwandi Yusuf menyampaikan, peserta yang datang melebihi dugaannya. Lebih dari dua ratus peserta hadir. menjadi bukti betapa tingginya animo untuk ikut Rakerda di Sumbar.

“Kami di Cabang Sumbar mendapat dua tanggungjawab untuk menyelenggarakan dua iven besar, yaitu Kemah Bakti Pramuka dan Rakerda. Dalam Rakerda akan dibahas bagaimana perkembangan pendidikan Taman Siswa dalam menyambut era glabalisasi, termasuk MEA yang akan dimulai awal tahun 2016 ini,” pungkasnya

Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan nama dan komentar anda....
(Bagi yang tidak memiliki akun pada pilihan dibawah, berikan komentar sebagai Anonymous)
1. Komentar Yang Sesuai Dengan Isi Konten
2. Komentar Tidak Bernada Asusila
3. Komentar Yang Bersifat Membangun

Designed By Perguruan Tamansiswa Padang